Word

altis (1) Asri Welas (1) badge (1) Bangku (1) bangsat (1) Bantal (1) Belanda (1) Bench (1) Bohong (1) book (1) Buku (1) Burung (1) Buta (1) celeb (1) Chow Yun Fat (1) Creative (1) customer (1) Dini Aminarti (1) dokter (1) Fakta (1) foursquare (1) grafting (1) Happy Salma (1) Hollywood (1) Humor (9) Ibu (1) innova (1) jiwa (1) Jokes (9) Kado (1) kaskus (2) Katon Bagaskara (1) Keyboard (1) kijang (1) Koran (1) Kreative (1) Lidah (1) Live (1) louis vuitton (1) Lumpuh (1) manual (1) manusia (1) Marcella Zalianty (1) mercedes benz (1) mertua (1) Muungano (1) Netherland (1) Ondine (1) Operasi (1) Paku (1) palembang (1) Payudara (1) pembalasan (1) Pensil (1) Photo (1) Pohon (1) Postcard (1) revenge (1) Rib (1) Saint Loco (1) Scarlett Johansson (1) service (1) skin (1) Solar (1) Spaghetti (1) Standard (1) sumbagsel (1) Super Economy (1) Susu (1) Tarzan (1) Teknologi (1) Tenis (1) toyota (1) Ulang tahun (1) Union (1) Universitas Sriwijaya (1) UNSRI (1) VIP (1) wajah (1) Wifi (1) world cup (1) Zahir Ali (1)

Kamis, 05 Agustus 2010

Manusia Bangsat

Seorang gadis cantik berusia 20-an menemui seorang dokter pakar jiwa di ruang prakteknya.
Dokter : "Apa yang bisa saya bantu?"
Gadis : "saya sangat-sangat marah dengan cowo saya, sampai-sampai saya menyebutnya manusia ** SENSOR **"
Dokter : "Kenapa kamu pangil dia begitu? Coba ceritakan."
Gadis : "Malam minggu kemarin saya pergi kepantai dengannya. Saat mulai gelap, dia memegang tangan saya"
Dokter : "Masa memegang tangan saja dibilang ** SENSOR **, itu tandanya dia tidak ingin melepas kamu. (melihat keluguan gadis itu, si dokter beraksi) Seperti inikah dia memegang tanganmu?"
Gadis : "Ya..seperti dokter memegang tangan saya. Tapi kemudian dia mulai mendekatkan badannya kesaya dan memeluk saya"

Dokter : "Seperti ini dia memeluknya?"
Gadis : "Iya, seperti dokter memeluk saya ini"
Dokter : "Itu tandanya dia ingin selalu berdampingan dengan kamu. Tidak pantas dia dibilang ** SENSOR **"
Gadis : "Abis itu dia mulai menciumi saya dok"
Dokter : "Seperti ini?"
Gadis : "Iya dok."(sambil tersipu malu)
Dokter : "Kalau sekedar ciuman seperti ini, itu masih wajar. Tandanya ia sayang kamu"
Gadis : "Tapi abis itu dokter, dia memasukkan tangannya kedalam baju saya dan mulai meraba-raba payudara saya"
Dokter : (Semakin Semangat)"Seperti ini?"
Gadis : "Iya..persis seperti cara dokter meraba payudara saya"
Dokter : "Ooo...itu bukan ** SENSOR **. Tandanya ia ingin membelai kamu"
Gadis : "Tapi Dok, kemudian dia mulai menelanjangi saya sampai bugil"
Dokter : "Apa kamu berusaha menolak keinginannya?"
Gadis : "Tidak dok, sebab saya sayang sekali sama dia"
Dokter : (Semakin membara)"Dia melepaskan baju kamu semua seperti ini?"
Gadis : "Iya dok, seperti ini. Dok tolong AC-nya dikecilkan. Dingin"
Dokter : (mengecilkan suhu AC sambil memandangi daerah-2 vital si gadis)"Itu artinya dia ingin mengenali kamu leih dalam"
Gadis : "Kemudian dia juga menanggalkan pakaiannya dan mulai mencumbui saya sampai kami melakukan itu .."
.....
...
.....
...
Dokter : "Seperti kita lakukan tadikah?"
Gadis : "Iya, seperti tadi"
Dokter : "Itu tandanya dia sangat memerlukan kamu. Kamu jangan panggil dia ** SENSOR **"
(masing-masing mulai mengenakan kembali pakaiannya)
Gadis : "Tapi dok....."
Dokter : "Kenapa.. kamu diperlakukan seperti apa lagi sama dia"
Gadis : "Dia bilang..."
Dokter : (memotong pembicaraan)"kenapa? Apa dia tidak ingin menikahi kamu, karena kamu sudah tidak perawan lagi?"
Gadis : "Tidak, dia mau menikahi saya. Tapi dia mengaku bahwa dia pengidap AIDS"
Dokter : (terperangah dan panik) "MANUSIA BANGSAAAATTTTT!!!!!"

(Semua pekerja klinik terkejut dgn jeritan doktor pakar jiwa itu.. )

Pesan Moral :
Jangan ambil kesimpulan apalagi tindakan ditengah jalan
selalu dapatkan informasi secara lengkap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar